Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Latest Post

Puasa Bagi Orang Lanjut Usia

Written By Admin on Minggu, 21 Juli 2013 | 14.00


Puasa lanjut usia

Sebenarnya orang berusia lanjut tetap bisa berpuasa asalkan memang dalam kondisi yang sehat. Karena faktanya, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seseorang, seperti meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki tekanan darah.

Namun, disarankan kepada lansia yang berencana untuk tetap berpuasa agar memeriksakan diri ke dokter sebelum mulai berpuasa untuk memastikan kondisi tubuhnya. Namun bagi lansia yang memiliki penyakit akut, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi memang sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berpuasa.

“Boleh saja berpuasa jika penyakitnya terkontrol, kalau pun perlu minum obat tertentu waktunya bisa digeser saat sahur dan berbuka,” kata dr.Purwita Sari, Sp.PD- konsultan geriatri.

Selain itu, kebutuhan kalori juga harus sangat diperhatikan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan kalori seperti saat tidak berpuasa. Batasi makanan-makanan yang digoreng dan mengandung lemak tinggi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan agar lansia dapat berpuasa dengan sehat:

Konsumsi cairan

Saat berpuasa sangat memungkinkan terjadinya dehidrasi terutama pada lansia. Untuk itu, kebutuhan cairan harus terpenuhi, sedikitnya para lansia harus mengkonsumsi minimal 8-10 gelas cairan perhari. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi teh dan kopi serta jus yang mengandung gula tambahan.
Perbanyak serat

Mengkonsumsi buah dan sayur saat sahur dan berbuka. Selain itu pada saat sahur perbanyak konsumsi karbohidrat komplek seperti roti gandum dan beras merah karena dapat menunda rasa lapar.

Asupan gizi seimbang

Perhatikan asupan gizinya, konsumsi gizi harus seimbang dan kebutuhan nutrisi harus terpenuhi. Batasi makanan yang mengandung gula karena lebih cepat dicerna. Metabolisme dan fungsi tubuh lansia yang cenderung sudah menurun membuat mereka tak lagi merasa lapar, untuk itu harus selalu mengingatkan mereka untuk tetap makan dan minum pada saat sahur dan berbuka.

Olahraga

Untuk menjaga kebugaran olah raga ringan seperti berjalan kaki dianjurkan jika memang dalam kondisinya memungkinkan. Yang paling penting adalah jika sudah merasa tidak kuat jangan ragu untuk segera mengakhirinya.

Kesalahan Menu Sahur, Tubuh Menjadi Lemas dan Ngantuk


Mengantuk setelah sahur

Puasa sudah memasuki fase 10 hari kedua, kemungkinan kondisi tubuh mulai mengalami penurunan. Sehingga tidak jarang ditemui orang-orang yang mengeluh mudah ngantuk dan lemas.

Sebenarnya masalah ngantuk dan lemas ini bisa dipengaruhi oleh pola makan yang salah pada saat sahur. Ada apa dengan pola makan?

Saat puasa, kerja tubuh selama sehari penuh sangat dipengaruhi oleh menu makan yang anda santap saat sahur.  Jenis asupan yang biasa dikonsumsi masyarakat saat sahur kebanyakan makanan yang tinggi akan karbohidrat dan gula, seperti nasi putih.

Seorang praktisi gaya hidup dr. Phaidon L. Toruan menjelaskan bahwa nasi putih merupakan jenis karbohidrat sederhana yang akan cepat menaikkan gula darah namun cepat juga menurunkannya sehingga tubuh pun menjadi terasa lemas, ngantuk, cepat lapar dan ingin makan lagi dan lagi.

Sama halnya dengan teh manis yang biasanya dikonsumsi orang-orang saat sahur. Kebanyakan orang menganggap dengan minum teh manis makan puasa akan lebih bertenaga, padahal tidak begitu.

Gula memang dapat memberikan energi secara instan, hanya saja energi tersebut hanyalah energi palsu yang hanya akan membuat tubuh menjadi cepat lemas beberapa saat kemudian.

“Gula membuat kadar gula darah cepat naik, tapi cepat juga turunnya. Akibatnya tubuh jadi cepat lemas. Sebaiknya minum jus buah alami tanpa gula,” tuturnya.

Lalu pola makan yang bagaimana yang baik untuk sahur?

Praktisi Yoga dan Food Combining, Erika Lebang, menjelaskan dalam buku terbarunya yang berjudul “Food Combining di Bulan Ramadhan”, jika Food Combining bisa dijadikan pilihan karena cara tersebut bisa membuat anda tidak ngantuk dan lemas saat puasa.

Aturan dalam Food Combining adalah sebagai berikut:

1. Memulainya dengan mengkonsumsi buah.
2. Dilanjutkan dengan menu makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti menu sahur lanjutan.
3. Jangan mengkonsumsi menu karbohidrat dengan protein karena protein hewani sangat sulit dicerna oleh tubuh, sebaiknya gabungkan karbohidrat tersebut dengan sayur segar.

Memasak Terlalu Lama Dapat Menghilangkan Kandungan Gizi


Sayur menyehatkan

Proses memasak yang terlalu lama dapat menghilangkan kandungan gizi dari makanan sehingga jika dilakukan dalam jangka panjang maka hal tersebut bisa berisiko kurang gizi. Sementara itu, ada beberapa jenis makanan Indonesia yang cita rasaya akan semakin lezat jika dimasak dalam waktu yang lama atu setelah dipanaskan berulang-kali.

Pinky Saptandari yang merupakan staf ahli dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia seperti pola makan masih sangat dipengaruhi oleh budaya yang sangat kental. Seperti mengenai kebiasaan pola makan ini, masyarakat Indonesia cenderung menganggap makanan yang dihangatkan kembali rasanya menjadi lebih enak.

“Bahkan sayur sisa dicampur dengan sayur sisa lainnya bisa jadi makanan baru,” ujarnya dalam Nutritalk yang diadakan oleh Sarihusada di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Proses memasak sangat lah penting untuk menghilangkan mikroorganisme berbahaya yang mungkin terdapat didalam makanan. Selain itu, proses memasak juga berperan dalam menambahkan cita rasa pada sebuah makanan.

Namun yang harus diperhatikan adalah gizi yang terdapat pada makanan itu sendiri juga dapat berkurang kandungannya pada saat proses memasak. Karena itu diperlukannya teknik memasak yang baik agar hal ini tidak sampai terjadi.

Bahan-bahan makanan yang mengandung vitamin dan mineral seperti sayuran, sebentar saja terkena panas maka ada beberapa kandungan gizinya yang hilang, apalagi jika terkena panas terlalu lama.

Made Astawan, Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor mengatakan, sebaiknya sayuran dimakan dalam keadaan segar agar memperoleh kandungan vitamin dan mineral secara optimal. Tapi jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum dimakan untuk menghindari adanya mikroorganisme dan pestisida yang mungkin ada pada sayuran tersebut.

Dengan teknik pencucian yang benar makan mikroorganisme dan pestisida yang melekat pada sayuran bisa dihilangkan, walau sebenarnya ada beberapa pestisida yang tidak bisa langsung hilang setelah dicuci. Untuk itu, sebaiknya pilihlah bahan makanan yang menggunakan pestisida non-sistemik atau pestisida yang hanya melekat pada permukaan sayuran bukan ikut meresap kedalam sayuran.

Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa



Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib yang harus ditunaikan umat muslim selama 30 hari sepanjang bulan Ramadhan. Selama berpuasa umat islam diwajibkan menahan lapar, haus dan hawa napsu sebelum akhirnya merayakan kemenangan di hari kemenangan.

Salah satu hal yang wajib dipersiapkan agar ibadah puasa Ramadhan kita bisa berjalan dengan lancar adalah kesehatan. Menjaga kesehatan harus diutamakan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena selama menjalankan ibadah puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi selama hampir 14 jam sehingga jika tidak memperhatikan kondisi tubuh maka jatuhnya tubuh akan drop.

Oleh sebab itu agar aktifitas selama menjalankan ibadah puasa tetap dapat berjalan normal maka cara terbaik adalah dengan menjaga pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka. Menjaga pola makan yang tepat dapat membantu tubuh dalam beradaptasi dengan kondisi puasa. Selain itu dengan pola makan yang tepat maka energy yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas dapat tercukupi sehingga tidak membuat tubuh lemas dan loyo selama berpuasa.

Untuk menjaga kesehatan kesehatan selama puasa perhatikanlah beberapa tips berikut ini:

1. Minum air putih yang banyak

Selama berpuasa tubuh bisa menderita dehidrasi atau kekurangan cairan karena selama hampir 14 jam tubuh tidak memperoleh asupan makanan. Oleh sebab itu, saat sahur dan berbuka minumlah air putih sebanyak-banyaknya agar tubuh bisa memenuhi kebutuhan cairannya.

2. Pilihlah menu sehat untuk makanan sahur dan berbuka

Menu makanan untuk sahur dan berbuka harus sangat diperhatikan yaitu makanan dengan gizi tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh agar dapat mencukupi kebutuhan harian tubuh dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Hindari mengkonsumsi junk food ketika sahur dan berbuka, efek buruk junk food hanya akan memperburuk kondisi tubuh anda saat berpuasa. Selain itu sebisa mungkin untuk tidak terlalu banyak minum es ketika berbuka karena dapat menghambat sirkulasi darah.

3. Hindari kopi dan minuman bersoda

Usahakan untuk menghindari dua jenis minuman ini karena didalamnya terkadung kaffein yang dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan cairan yang nantinya akan mengakibatkan tubuh terserang dehidrasi atau kekurangan cairan.
4. Perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah saat sahur

Sayur dan buah diyakini banyak mengandung gizi dan vitamin sehingga baik untuk tubuh agar tetap segar selama menjalankan ibadah puasa. Biasakan untuk tidak segera tidur setelah sahur biarkan makanan tercerna dengan baik terlebih dahulu. Menyegerakan tidur setelah sahur dapat mengganggu proses metabolism tubuh.

Banner

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bodrex Juaranya Cepat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger